Tari Sekar Jagat dan Semangat Pahlawan Kepegawaian pada CASN 2024 Kemenag

Agak janggal rasanya memulai tulisan ini dengan kata ‘Tari’ yang dipautkan dengan pahlawan kepegawaian. Penulis mencoba mengkelitkelindankan kata tersebut dari semangat juang dalam memperjuangkan nasib para Aparatur Sipil Negera di Kementerian Agama.

‘Tari’ rasanya perlu dipahami setiap masyarakat Indonesia. Pasalnya, tari adalah salah satu seni dan budaya Indonesia yang wajib dilestarikan. Terlebih, Indonesia yang luas dan beragam, hampir di setiap daerah di Indonesia memiliki budayanya masing-masing.

Keberagaman seni dan budaya ini sudah sepatutnya dipertahankan. Diketahui bersama setiap daerah memiliki tarian yang mencerminkan budayanya masing-masing. Bahkan, dalam satu daerah juga mungkin memiliki beberapa jenis tarian khas daerahnya.

Tari adalah bentuk seni pertunjukan yang terdiri dari urutan gerakan-gerakan yang dipilih secara sengaja. Sebab, gerakan demi gerakan memiliki nilai estetis dan simbolis, dan diakui sebagai tarian oleh penampil dan pengamat dalam seni budaya tertentu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian tari adalah gerakan badan (tangan dan sebagainya) yang berirama, biasanya diiringi bunyi-bunyian (musik, gamelan, dan sebagainya). Pengertian tari adalah gerak tubuh yang ritmis sebagai ungkapan ekspresi jiwa pencipta gerak sehingga menghasilkan unsur keindahan dan makna yang mendalam. Tari menitik beratkan pada konsep dan koreografis yang bersifat kreatif.

Sementara dalam kamus yang sama, pengertian pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani. Secara sederhana, pahlawan adalah seseorang yang berpahala dan perbuatannya berhasil bagi kepentingan orang banyak.

Penampilan tari sekar jagat oleh ASN Kemenag Provinsi Bali pada acara Sosialisasi CASN Kemenag Tahun Anggaran 2024.

Dalam hal ini, penulis menelisik sedikit makna ‘tari sekar jagat’ yang dipersembahan oleh ASN Kementerian Agama Provinsi Bali. Tari sekar jagat ini tampil di hadapan para pahlawan kepegawaian saat acara Sosialiasasi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Tahun Anggaran (TA) 2024 yang berlangsung dari 11 - 14 Juni 2024. Pahlawan kepegawaian itu teridiri atas 220 peserta Sosialisasi yang berasal dari 147 Satuan Kerja Kementerian Agama seluruh Indonesia.

Tari sekar jagat ditampilkan sebagai tari penyambutan tamu khususnya di Bali. Sekar, ini bermakna ‘Bunga’, dan jagat berarti ‘alam semesta’. Sekar jagat secara keseluruhan dapat bermakna kelopak bunga yang harum dalam alam semesta. Tari Sekar Jagat Ini diharapkan dapat menunjukkan spirit alam semesta dengan manusia yang penuh dengan semerbak bunga-bunga.

Para pahlawan kepegawaian Kemenag yang sedang berjuang bisa mengambil inspirasi dari makna tari sekar jagat tersebut. Sebab untuk mendapatkan alokasi dan formasi CASN tahun 2024 bagi Kementerian Agama itu membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Ini menjadi ukiran sejarah bagi Kementerian Agama sebagai Kementerian/Lembaga yang terbesar mendapatkan formasi CASN terbanyak. Perjuangan di bawah nakhoda Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan jajaran Kemenag yang akan terus dikenang bak semerbak harumnya bung-bunga sebagai pelayan bagi masyarakat laksana makna ‘tari sekar jagat’.

Diketahui bersama bahwa Presiden RI Joko Widodo dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah memberikan formasi tahun 2024 sebanyak 110.553 CASN kepada Kementerian Agama. Tentu formasi CASN 2024 Kemenag ini harus terserap secara maksimal dan optimal, dengan kerja bersama perjuangan pahwalan seluruh jajaran Satker di Kementerian.

Layakkah yang mengurus kepegawaian ini disebut ‘Pahlawan’??? Ya…..Para pahlawan pengelola ASN Kemenag se Indonesia sudah berjuang agar seluruh proses rekrutmen CASN berjalan lancar dan sukses. Rekrutmen CASN itu prosesnya panjang, melelahkan dan berat tanggungjawabnya.

Bagi seorang guru misalnya, kita biasa menyebutnya ‘Pahlawan tanpa tanda jasa’. Mereka yang berjasa kepada generasi penerusnya. Penulis teringat pada sekilas cerita menarik terkait dengan kisah kepahlawanan ini. Alkisah, seorang raja Persia bernama Kisra Anu Syirwan saat melakukan patroli ke rumah-rumah penduduk. Ketika ia tiba di satu rumah, di sana ia menemukan seorang kakek sedang menanam pohon di halaman rumahnya. Sang raja tertawa dan bertanya, “Wahai kakek, kenapa engkau menanam pohon itu yang akan berbuah 10-20 tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun ke depan, sedangkan engkau mungkin tahun depan sudah mati dan tentu engkau tidak dapat menikmati buah-buahan yang telah engkau tanam itu”.

Dengan senyum dan penuh optimis sang kakek menjawab, “Wahai raja, laqad gharas-a man qabla-na fa akal-na wa naghris-u nahn-u li-ya’kul-a man ba`da-na, (orang-orang sebelum kita telah menanam pohon dan buah dari pohon tersebut kita nikmati sekarang, maka kita menanam kembali pohon yang buah-buahnya akan dinikmati oleh orang-orang setelah kita)” (Didaat: 2008).

Banyak al kisah dan cerita para pahlawan dituliskan dalam sejarah bangsa ini. Mereka semua pahlawan pada bidangnya masing-masing. Sosok pahlawan yang memperjuangkan hajat hidup orang banyak begitu dirindukan laiknya pemimpin sejati. Pahlawan itu harus terus tumbuh dan berkembang. Bisa jadi, mereka yang terlibat pada CASN 2024 sebanyak 110.553 yang nantinya akan menjadi 401.000 – hingga bertahun-tahun kedepannya, ASN Kemenag pasti terus bertambah adalah buah hasil perjuangan pahlawan kepegawain, pahlawan-pahlawan yang dicari dan dinanti-nanti. Maka, setiap kita sejatinya bisa menjadi pahlawan, yang banyak manfaat bagi sesama dalam merajut kebaikan sekaligus menebar manfaat.

Selamat berjuang para pahlawan pengelola ASN Kemenag se Indonesia. Terus konsisten dalam memberikan layanan terbaik kepada Masyarakat. Wallahu’alam bis-shawab.

*M Arif Efendi, Pranata Humas Pada Biro Humas Data dan Informasi, Setjen Kemenag RI.

Widyawan Sigitmanto
Widyawan Sigitmanto Admin Simkah Web Id sejak dibuat sampai sekarang ;)
Sawer Admin via : Saweria