SDGs Center Conference 2024, Suyitno Beberkan Peran Kemenag dalam Merawat Kerukunan

Kepala Badan Litbang dan DIklat Suyitno saat menyampaikan materi pada SDGs Center Conference 2024 di Jakarta, Rabu (12/6/2024).

Jakarta (Kemenag) --- Kepala Badang Litbang dan Diklat Kemenag, Suyitno, berbicara terkait peran Kemenag dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Menurutnya, Kemenag mempunyai peran penting melalui program Moderasi Beragama dan merawat kerukunan.

Hal ini ditegaskan Suyitno saat berbicara pada SDGs Center Conference 2024 yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Rabu (12/6/2024). Suyitno mengatakan, pembahasan bidang pembangunan agama tidak akan ada habisnya.

Jika dilihat dari Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2023, ada kenaikan yang cukup besar dari tahun sebelumnya yaitu 76,024. Ini menjadi gambaran bahwa kondisi Indonesia baik-baik saja.

“Kerukunan adalah modal sosial untuk membangun suatu negara. Hal tersebut unlimited cost—tidak ternilai harganya—sebab jika sudah ribut mengatasnamakan agama, maka bisa merusak relasi dalam pembangunan,” katanya.

Sayangnya, lanjut Suyitno, pembangunan bidang agama dan pendidikan keagamaan masih minim. Oleh karena itu, Balitbang Diklat Kemeng sedang merumuskan standar nasional pembangunan bidang agama.

Harapannya, standardisasi ini akan memberikan gambaran angka yang ideal dalam pembangunan bidang agama dan keagamaan. Baik membangun sarana prasarana, moderasi beragama, termasuk layanan bidang agama dan keagamaannya.

Suyitno menambahkan, upaya mewujudkan kerukunan terlihat pula pada Penguatan Moderasi Beragama (PMB) lintas K/L. Hal ini diatur dalam Perpres No. 58 tahun 2023. Berdasarkan regulasi tersebut, seluruh instansi harus memiliki program dan anggaran terkait PMB.

“Kemenag telah melaksanakan Rakornas Penguatan Moderasi Beragama dengan mengundang K/L, bahkan dari Kesbangpol provinsi. Ini bertujuan memberikan pemahaman bahwa PMB bukan ekslusif milik Kemenag,” katanya.

Moderasi beragama tidak hanya berbicara soal agama, tetapi membahas pula mengenai wawasan kebangsaan, kearifan lokal, bahkan masuk ke dalam program Asta Cita presiden terpilih.

“Sepanjang Indonesia masih menggunakan agama sebagai dasar kerukunan, maka moderasi beragama sangat penting bagi Indonesia. Apalagi tertuang pula pada UUD 1945 pasal 29 yang mengatur soal agama,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Amich Alhumami menjelaskan bahwa SDGs sudah terintegrasi dengan dokumen perencanaan nasional, yang salah satu agenda besarnya adalah pembangunan manusia Indonesia.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui isu-isu keagamaan dalam praksis sosial yang merujuk pada doktrin-doktrin keagamaan. Tentang pesan-pesan profetik yang bisa dijalankan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

“Bagaimana etika agama merespons isu-isu lingkungan hidup, tentang pelestarian yang berkorelasi langsung dengan menjalankan agenda pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya.

Hadir pada acara tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Deputi Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Vivi Yulaswati, Guru Besar Universitas Indonesia Bambang Brodjonegoro, dan lainnya. (Dewi Indah Ayu)

Widyawan Sigitmanto
Widyawan Sigitmanto Admin Simkah Web Id sejak dibuat sampai sekarang ;)
Sawer Admin via : Saweria