Kupon “Sakti” Pendorong Berompi

Makkah (Kemenag) --- Sejumlah pria berwajah Timur Tengah yang tengah duduk bergerombol itu tiba-tiba bangkit dan berlari. Kursi yang didudukinya itu langsung didorong mendekati bus shalawat yang baru saja tiba di terminal Ajiad, Makkah, Rabu (22/5/2024) malam. Dengan bahasa Arab, mereka berebut menawarkan jasa dorong kursi kepada jemaah Indonesia yang baru saja tiba.

Sambil menyorong-nyorongkan kursi roda yang dibawanya, mereka terlihat memaksa menawarkan jasanya. Jemaah Indonesia yang ditawari terlihat tak menggubris. Para penawar jasa ini tak peduli. Mereka terus nyerocos menyorong-nyorongkan kursi roda yang dibawanya agar jemaah lansia Indonesia mau menggunakan jasanya. Bahkan penawar jasa yang berseragam resmi (rompi) dan yang polosan alias ilegal terlihat saling berebut menawarkan jasanya.

Jemaah haji Indonesia yang baru saja turun dari bus juga menolak. “No... no...no,” ujar salah satu jemaah asal Lamongan menolak tawaran itu sambil menuju ke rombongan yang telah berkumpul.

Dari kejauhan, penawar jasa yang mengenakan rompi terlihat mengacungkan nomor yang dibawanya sambil memanggil-manggil jemaah lansia Indonesia. Seorang petugas haji yang ada di tengah-tengah jemaah haji terlihat mendata jemaah yang akan menggunakan jasa pendorong. Sang petugas terlihat kewalahan menghadapi serbuan penawar jasa liar.

​​​​​​​

Wajah sang petugas terlihat tegang. Mereka tampak memarahi para penawar jasa dorong liar itu. “La..la...la,” teriaknya. Ada yang menyingkir, namun banyak juga pendorong kursi yang bertahan.

Para jemaah itu lalu berkumpul dalam satu barisan menunggu ketua rombongan (Karom) datang. Setelah Karom datang, ia berkoordinasi dengan petugas haji. Mereka mendata, berapa jumlah anggotanya yang memakai jasa pendorong. Begitu terkumpul mereka langsung jalan melaksanakan umrah wajib.

Banyaknya jasa pendorong liar itu memang sedikit merepotkan. Jemaah mesti hati-hati. Selain mematok jasa lebih tinggi, biasanya pendorong jasa ilegal ini serampangan dalam mendorong. Tidak mendorong pelan namun kerap adu cepat dengan teman lainnya. Mungkin ini karena harus kejar setoran. Akibat kejar setoran ini dikhawatirkan mereka tidak membawa jemaah tawaf dan sai dalam tujuh putaran.

Kekhawatiran itulah yang membuat panitia haji berkali-kali mengingatkan agar jemaah menghindari menggunakan jasa pendorong ilegal itu. Karena di kawasan itu banyak pendorong jasa kursi legal yang telah disediakan.

“Ketua rombongan akan mendapatkan kartu kendali yang nanti akan diberikan ke pendorong itu. Pendorong akan dibayarkan jasanya setelah jemaah selesai melaksanakan tawaf dan sai,” ujar Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Khalilurrahman kepada tim media center haji 2024 di Kantor Urusan Haji Makkah. (*)

Widyawan Sigitmanto
Widyawan Sigitmanto Admin Simkah Web Id sejak dibuat sampai sekarang ;)
Sawer Admin via : Saweria