Dua Lansia Penghibur Jemaah 

Makkah (Kemenag) --- Bersarung dan berkopiah, Mbah Dul berjalan mencari dokter kloter. “Pak dokter di mana,” tanyanya kepada rekan-rekan dari kloter 19 SUB, Rabu (29/5/2024).

Tesih merikso jemaah wau mbah (masih memeriksa pasien) mbah,” jawab rekannya.

Kepada rekannya, ia mengaku punggung dan pinggangnya sakit. Karena itu ia pingin periksa ke dokter. “Jantung mbah?” sahut rekannya.

“Ndak. Saya tidak ada riwayat jantung. Cuma punggung dan pinggang ini kok agak sakit,” jawabnya.

Rekan-rekannya yang berkumpul di depan pintu kamar lantas meminta Mbah Dul menunggu. Mereka mempersilakan Mbah Dul duduk. Di situ mereka bertanya macam-macam kepada pria berusia 76 tahun ini.

Saat perbincangan berlangsung, dokter dan perawat yang ditunggu datang. Mereka langsung memeriksa tensi Mbah Dul. “Normal mbah,” kata sang dokter.

“Tadi keluhannya apa?” tanya perawat.

“Punggung dan pinggang agak sakit. Tapi kok sekarang sudah enggak sakit,” jawab Mbah Dul.

“Umurku saiki 76 tahun. Pensiunan kepala madrasah nang Ponorogo,” jawabnya.

Tesih kiat tawaf kalean sa’i? (masih kuat menjalankan tawaf dan sa’i?),” tanya salah seorang rekannya.

Mbah Dul menjawab panjang pertanyaan itu. Soal kesehatan, dia mengaku selalu menjaganya. “Aku iki sih kuat mlayu (aku masih kuat lari),” kata dia bangkit dari tempat duduknya sambil memeragakan gerakan jogging.

Melihat ulah Mbah Dul itu rekan-rekannya terbahak. Mereka tak menyangka jika pertanyaan itu langsung diperagakan dengan aksi seperti itu.

“Wah njenengan top mbah. Pun sepuh tesih wantun mlayu. (Anda top. Sudah tua tapi masih kuat berlari),” sahut salah seorang rekannya.

“Ini pasti gara-gara ditensi sama perawat tadi langsung sembuh,” sahut rekannya.

Mbah Dul terkekeh. “Ssstttt.....ojo omong banter-banter (jangan bicara keras),” katanya sambil menutup mulutnya dengan jari tangannya. “Iki tanah haram.”

Rekan-rekannya terbahak. “Saya kira takut sama istri,” sahut rekannya.

“Sttt,” sahut Mbah Dul kembali menutup bibir dengan jarinya.

Seorang jemaah wanita yang dari awal ikut nimbrung, bercerita Mbah Dul ini bisa menjadi hiburan bagi jemaah satu kloter. Katanya, sewaktu terbang dari Surabaya ke Madinah, Mbah Dul yang berhaji bersama istrinya duduk terpisah. Mbah Dul duduk agak belakang, istrinya ada di tengah. Tahu tak duduk berderetan, Mbah Dul melobi jemaah yang satu kursi dengan istrinya tukar tempat. Jemaah yang diajak tukeran kursi mau tapi awak pesawat tidak mengizinkan. Mbah Dul menggerutu. Jemaah lain menghiburnya. Mbah Dul terlihat tenang dan mulai bisa bergurau.

Dua jam menjelang pesawat mendarat, awak pesawat tiba-tiba mengizinkan Mbah Dul tukar tempat. Mbah Dul akhirnya pindah dan duduk satu deret dengan istrinya. Jemaah langsung menggodanya. Yang digoda terlihat gembira, sumringah. “Beliau jadi hiburan kami. Ceritanya lucu-lucu,” kata jemaah.

Lain Mbah Dul, lain Mbah Sayid. Kami temui di hotel Al Zhaer Plaza yang ada di kawasan Misfalah, Makkah, jemaah asal Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur ini sedang mengikuti bimbingan ibadah dan sosialisas kesehatan jelang puncak haji di Armuzna, 15 Juni mendatang.

“Usianya sekarang berapa mbah,” tanya seorang petugas sektor PPIH Makkah.

Spontan dia menjawab sambil mengangkat telunjuk tangannya. “76, Djarum...!” Jawaban itu membuat orang yang ada di situ terbahak.

Tak berhenti di situ. Saat ditanya hapal atau tidak bacaan talbiyah, ia hanya melempar senyum dan langsung melafalkan.

"Labbaik Allohumma Labbaik, Labbaika laka..,laka..,laka...,Syarlak," petugas dan jemaah nampak gemas kemudian spontan langsung membimbingnya pelan-pelan sampai bacaannya benar.

Meski tak hapal, ia tak minder. Sambil menggenggam lengan petugas, Mbah Sayid memberi isyarat agar terus dibimbing sampai bacaannya sempurna. Ketika sudah benar, jemaah yang ada di ruangan itu berucap hamdalah.

Siang itu Mbah Sayid benar-benar membuat kebersamaan jemaah menjadi lebih indah. Persuaan jemaah dan petugas juga menunjukkan kegayengan sekaligus mengisyaratkan kegembiraan. (*)

Widyawan Sigitmanto
Widyawan Sigitmanto Admin Simkah Web Id sejak dibuat sampai sekarang ;)
Sawer Admin via : Saweria